Lebih Dari 90 Ekor Kambing Hanyut

Lebih Dari 90 Ekor Kambing Hanyut

Setelah geger karena lebih dari 90 ekor bangkai kambing hanyut kini terungkap asal puluhan kambing yang hanyut di Kali Serang, Kabupaten Semarang. Sempat menjadi viral dikarenakan adanya bangkai kambing yang hanyut pada hari Selasa(22/6/2022) lalu karena kemisteriusan kejadian tersebut.

Puluhan batang kambing tersebut sempat membuat geger warga setempat dan sempat viral di media sosial, maka dari itu warga akhirnya menghubungi pihak berwajib untuk mengusut kejadian misterius tersebut. Kini terungkap sudah asal puluhan kambing hanyut tersebut berasal dari truk ekspedisi asal Sumatra yang mogok di tengah jalan dekat Kali Serang tersebut. 

“Saat ada laporan dibuangnya bangkai ternak di salah satu sungai daerah Susukan, tim kami langsung bergerak cepat dan alhamdulillah kita dapatkan satu orang yang membantu membuang bangkai,” jelas Yovan Fatika selaku Kapolres Semarang AKBP pada Rabu (22/6/2022).

Pihaknya menyatakan bahwa ternyata ada biang terjadinya bangkai yang lebih dari 90 ekor kambing tersebut hanyut. Yovan mengatakan bahwa ada satu orang yang menjadi dalang pembuangan bangkai tersebut dan pelaku sudah diamankan oleh pihak berwajib. Namun polisi belum bisa menemukan siapa yang menjadi pemilik binatang tersebut.

“Sementara masih satu, infonya ada tiga orang, masih kita dalami termasuk siapa yang menyuruh, identitasnya ada tapi masih kita dalami,” lanjutnya.

Pelaku memberikan informasi bahwa ternyata hewan ternak tersebut merupakan angkutan dari truk ekspedisi dari Sumatra. Sayangnya pada saat ditengah perjalanan puluhan kambing tersebut mati dan telah menjadi bangkai. Pelaku mengaku bahwa pengangkut ternak meminta rekan yang bersamanya untuk membuang setidaknya 97 ekor kambing yang telah menjadi bangkai tersebut.

“Jadi info awal yang kami dapat saat ini yang meminta adalah seperti jasa ekspedisi yang mengangkut ternak dengan truk, dua unit dari Sumatra, akhirnya minta tolong karena yang diangkut ini sudah jadi bangkai. Minta tolong rekannya yang ada di wilayah Tengaran untuk membuang bangkai itu. Total 97 ekor,” jelas Yovan.

Pembuang ternak yang ditahan mengaku hanya diberi upah sebesar Rp. 100.000 untuk membuang setidaknya 97 batang kambing tersebut.

Setelah kejadian adanya lebih dari 90 ekor kambing yang hanyut tersebut akhirnya Kepala Dinas, Pertanian, Peternakan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang memberikan kesaksian bahwa terdapat 50 bangkai kambing yang ditemukan di Kali Serang, Kabupaten Semarang tersebut terinfeksi penyakit mulut dan kuku atau PMK. Hal ini diketahui karena adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan yang bertugas.

Sebelumnya ada juga beberapa ekor sapi yang juga terinfeksi PMK, untuk berita lebih lanjut baca di:

Sejumlah Sapi Terdeteksi Gejala PMK

baca juga: POLISI AKAN TILANG PENGENDARA BERSANDAL

“Iya, berdasarkan pemeriksaan klinis dari dokter hewan terdapat tanda-tanda terindikasi PMK,” ungkap Wigati Sunu selaku Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang.

Seluruh bangkai kambing yang ditemukan itu kini sudah dikubur. Pihaknya kini fokus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat melapor jika hewan ternaknya terindikasi PMK.

“Kami tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak untuk memelihara ternaknya dengan baik, perawatan, pemeliharaan, kebersihan kandang pemberian vitamin. Jika ada yang terindikasi PMK agar segera melapor ke Puskeswan setempat,” lanjutnya. (DN)

Leave a Comment

Your email address will not be published.