PATI DILANDA BANJIR BANDANG

PATI DILANDA BANJIR BANDANG

Bancar Group – Kabar duka hari ini terjadi di Kabupaten Pati tepatnya di Kecamatan Margoyoso, Jawa Tengah dimana dilanda banjir bandang.

Dari pantauan warga sekitar mengaku bahwa banjir bandang tersebut terlihat seperti tsunami kecil. Terdapat dua desa yang menjadi paling parah akibat terkena musibah tersebut yaitu Desa Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo dimana telah memulas hingga puluhan rumah warga dan membuat kerusakan parah di desa tersebut.

Tidak hanya rumah warga yang menjadi amukan luapan air tersebut, namun sejumlah kendaraan seperti mobil dan motor-pun terkena luapan air tersebut. Warga terlihat hingga saat ini masih membersihkan cebisan banjir.

Menurut saksi mata dari warga Bulumanis Kidul, Muji Hadi (60) menerangkan bahwa terjadinya banjir bandang tersebut dikarenakan hujan deras yang mengguyur daerahnya sejak semalam. Hal itu mengakibatkan tanggul di daerah tersebut yaitu Tanggul Suatu tidak lagi mampu menampung air dan jebol maka luapa air dari tanggul tersebutlah yang mengakibatkan banjir bandang tersebut terjadi.

“Sekitar jam 23.00 WIB hujan terus setengah 24.00 WIB tanggul Sungai Suatu melimpas dan jebol. Terus ada suara brakk gitu, saya keluar ternyata (rumah) mbah ambruk. Air sudah masuk ke dapur semua,” jelas Muji, Kamis lalu (14/7/2022).

“Ini sudah penuh semua air, biasanya di sini aman. Rumah mbah ada suara brakk air semakin deras, mau evakuasi ke masjid tapi keadaan setinggi perut laki-laki, saya mengungsi ke tetangga sebelah. Terus air kenceng banget,” lanjutnya.

Yuk simak berita terbaru mengenai pembelian BBM bersubsidi yang mengharuskan menggunakan aplikasi di:

AKUISISI BBM SUBSIDI MENGGUNAKAN MYPERTAMINA

baca juga: APLIKASI MYPERTAMINA KEBANJIRAN RATING 1

Muji juga menjelaskan bahwa air dari tanggul tersebut menerjang begitu kencang. Berlebih lagi air yang sudah mencapai ketinggian hingga satu meter yang mengakibatkan sejumlah aset warga ikut terikat banjir bandang yang melanda Pati.

“Tanggul rata dengan tanah, semalam itu kelihatan wah. Keluar rumah saya buka semua saya lari, tidak mikir, yang penting nyawa saya cucu saya selamat. Di rumah saya (ketinggian air) 1 meter, kalau di luar 1,5 meter di luar jalan. Keadaan (arus air) kencang jalan muntang-manting, ada jompo tua, yang balita nangis terus, ibunya di rumah,” lanjut Muji.

Muji menyaksikan kejadian tersebut dan mengumpamakan seperti tsunami kecil. Malangnya kini rumahnya terseret banjir dan rata dengan tanah. Selain itu ratusan hewan ternak unggas miliknya pun ikut terseret banjir bandang.

“Kelihatan kayak tsunami kecil. Ternak saya ratusan ayam bangkok habis, memang jatahnya seperti itu,” ungkap Muji sembari terisak tangis.

Dia pun berharap agar ada bantuan dari pemerintah daerah setempat. Warga pun membutuhkan bantuan makanan dan keperluan sehari-hari lainnya.

“Saya harapkan tetangga ada bantuan dan ada relawan membantu kebersihan ini. Penduduk setempat tidak bisa mikir,” jelasnya.

Hingga siang ini warga Pati yang dilanda banjir bandang tepatnya di Kecamatan Margoyoso tengah membersihkan sisa-sisa banjir yang menimpanya Kamis (14/7/22) lalu. Puluhan rumah hingga alat transportasi bahkan hewan ternak menjadi terkena imbasnya amukan luapan air tersebut.

Warga di Desa Bulumanis Kidul hingga kini masih membersihkan lumpur bekas banjir bandang dengan alat seadanya. Walaupun lokasi terjadinya musibah tersebut masih sepi aktivitas dan sejumlah alat berat belum dioperasikan namun sejumlah relawan sudah mulai berdatangan untuk sekedar meringankan beban yang ada di Bulumanis Kidul.

Terdapat balai posko pengungsian yang kini mulai terlihat ramai oleh warga. Tidak hanya relawan yang membantu, petugas kepolisian pun ikut andil dalam membantu di sekitar balai desa.

Sedangkan kondisi banjir di Kelurahan Kalidoro sudah mulai surut, pun dengan genangan air di pemukiman warga ikut perlahan surut.

Menurut saksi warga Bulumanis Kidul, Darmaji (55) menjelaskan bahwa warga saat ini mulai membersihkan lumpur yang ikut terseret banjir bandang tersebut. Ia mengatakan bahwa lumpur yang dibawa banjir cukup tebal.

“Ini mulai membersihkan lumpur banjir bandang, tebal banyak sekali,” kata Darmaji.

Darmaji juga menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan musibah yang paling parah dibanding banjir-banjir sebelumnya. Pada kejadian dahulu biasanya banjir tidak sampai membuat puluhan rumah warga rusak parah. Namun tidak dengan musibah kali ini yang menyebabkan perabotan hingga dokumen penting milik warga hilang.

“Biasanya ada banjir tapi tidak seperti ini, kemarin rumah saya kemasukan lumpur, barang-barang pada hilang,” ujarnya.

Dari kejadian di Pati yang dilanda banjir bandang kali ini yang mengakibatkan setidaknya terdapat 22 rumah hancur dikarenakan hanyut terbawa banjir yang menimpa Desa Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo. (DN)

Leave a Comment

Your email address will not be published.